Rona - Rona
Passion and Inspiration
Tuesday, May 19, 2026
Friday, June 25, 2021
Transistor Final Pemancar FM
Brik FM sangat populer di sekitar tempat tinggal saya pada sekitar akhir 1990an. Paling lazim saat itu, transistor yang digunakan adalah C930, C2053 dan C1970. Saya sendiri dulu pernah membuat paling besar menggunakan transistor penguat final C1971. Belakangan, saya baru tahu dari datasheet kalau C1971 bisa mengeluarkan daya maksimum hingga 6 watt. Nah, kalau anda ingin membuat pemancar dengan daya yang lebih tinggi, berikut ini daftar transistor power yang bisa dipilih.
2sc930 100MHz 0.12W 20V
Mpf102
Bf245
Bf224
2n3904
2n2222
2sc2053 175MHz 0.15W 13.5V
2sc1970 175MHz 1W 13.5V
2N4427 175MHz 1W 20V
2sc1971 175MHz 6W 13.5V
MRF237 225MHz 8W 18V
2sc1972 175MHz 14W 13.5V
RD15HVF1 175MHz 15W 12.5V
2sc1946 175MHz 28W 13.5V
2sc2540 175MHz 40W 13.5V
2sc2630 175MHz 50W 12.5V
2sc2694 175MHz 70W 15.2V
2sc2782 175MHz 80W 12.5V
MRF247 175MHz 75W 12.5V
MRF173 150MHz 80W 28V
MRF317 150MHz 100W 28V
MRF171 200MHz 115W 28V
MRF150 150MHz 150W 50V
MRF151 175MHz 150W 50V
MRF6VP11KHR6 130MHz 1000W 50V
MRFX1K80H 175MHz 1800W 65V
Thursday, June 17, 2021
FM Tuner Circuit
Wednesday, February 10, 2021
Menghubungkan Headphone ke Output Amplifier
Barangkali
soket itu langsung terhubung ke rangkaian output dari amplifier dan memutusnya
dari speaker ketika jack headphone ditancapkan. Namun terdapat permasalah
ketika cara ini dilakukan. Output dari amplifier memiliki impedansi rendah yang
sesuai untuk speaker, namun tidak untuk headphone. Persisnya begini:
1. Headphone mempunyai impedansi tinggi,
sekitar 16-64 ohm. Sedangkan speaker pada umumnya memiliki impedansi yang lebih
rendah, sekitar 4-8 ohm. Dengan demikian output amplifier diperkirakan memiliki
impedansi yang kurang lebih sama dengan impedansi beban agar daya amplifier
tersalurkan secara optimal.
2. Headphone memiliki rating daya yang rendah
(maksimum sekitar 100-200mW). Sedangkan amplifier mengeluarkan daya lebih
tinggi yang bervariasi mulai dari beberapa ratus miliwatt sampai ratusan watt).
Jika
headphone disambungkan secara langsung tanpa memperhatikan kedua pemasalahan
ini, maka daya amplifier yang terlalu tinggi bisa merusak headphone.
Agar
lebih jelas, sekarang kita tinjau sebuah kasus.
Sebuah
headphone dengan impedansi 32 Ohm dan daya maksimum 135mW akan dihubungkan ke
sebuah amplifier Hi-Fi berdaya maksimum 18 Watt RMS dengan impedansi 8
Ohm. Bagaimana caranya agar audio dapat didengarkan dengan headphone, dengan
suara yang mendekati kualitas asli amplifier tersebut?
Setidaknya ada 4 cara yang dapat dilakukan untuk menyambungkan headphone itu. Cara pertama adalah dengan menggunakan trafo penyesuai impedansi. Namun demikian, mencari trafo yang sesuai dengan rancangan yang spesifik bukanlah hal yang praktis untuk dilakukan. Cara yang kedua yaitu dengan menyambungkan secara langsung, namun memberikan resistor pembagi tegangan atau pengatur volume pada input amplifier. Cara ini akan bekerja, namun karena sistem amplifier menghasilkan noise dan amplifier tersebut berdaya cukup besar, maka noise juga akan terdengar sangat kuat di headphone. Cara yang ketiga yaitu dengan menyambungkan resistor secara seri pada headphone. Dengan car aini maka daya pada headphone akan turun, namun kita akan kehilangan nada-nada tinggi di headphone. Hal ini disebabkan karena headphone bersifat induktor, sehingga ketika dihubungkan dengan resistor terutama yang bernilai tinggi, maka dia akan membentuk sebuah topologi Low Pass Filter. Pada prinsipnya, resistor seri harus sekecil mungkin agar frekuensi tinggi dapat dipertahankan, sedangkan daya yang dilepaskan oleh headphone harus disesuaikan dengan kemampuannya. Sehingga solusi yang paling tepat dan efisien adalah dengen memberikan resistor pembagi tegangan pada output amplifier. Nilai dari komponen yang digunakan dapat ditentukan dengan hitungan sederhana berikut ini:
Karena
P = V^2/R, maka amplifier 18 watt RMS dengan impedansi 8 Ohm memiliki
tegangan maksimum sebesar Vmi = sqrt(P*Rs) = 12 Volts.
Jika tegangan ini dihubungkan langsung dengan headphone maka daya yang dikeluarkan headphone adalah Ph=V^2/Rh = 4.5 Watt. Daya ini jauh di atas kemampuan maksimum headphone kita dan dapat dipastikan merusak headphone.
Dengan rangkaian pembagi tegangan di atas, agar
daya yang dikeluarkan headphone 135 mW, maka tegangan pada terminal headphone
haruslah V = sqrt(0.135*32) = 2.08 Volts.
Maka
nilai pembagian tegangan pada headphone dengan tegangan output amplifier
haruslah sama dengan perbandingan impedansi dari 2.08/12 = (R2||32)/R1+(R2||32).
Sedangkan impedansi total dari rangkaian tersebut harus dibuat sama dengan
impedansi speaker seharusnya yaitu 8 Ohm. sehingga R1+(R2||32) = 8 Ohm.
Nah,
dari kedua persamaan ini, maka kita bisa menentukan nilai yang tepat dari R1
dan R2 agar daya yang dikeluarkah headphone tepat, tidak terlalu besar ataupun
terlalu kecil, dan amplifier terbebani dengan semestinya sehingga suara yang
dikeluarkan oleh headphone mendekati suara asli dari amplifier ketika terhubung
dengan speaker. Terakhir, jangan lupa memastikan bahwa semua resistor yang
digunakan memiliki rating daya di atas daya yang dilepaskannya.
-- Vmi
adalah tegangan pada terminal output amplifier dimana ketika dia dibebani
dengan impedansi yang tepat (8 Ohm) akan mengeluarkan daya maksimum (18 Watt).
--
Vol adalah tegangan amplifier ketika tanpa beban. Daya maksimum terjadi jika
impedansi beban sama dengan impedansi transmisi (dalam hal ini impedansi
amplifier). Jadi secara mudah dapat kita temukan tegangan ketika tanpa beban
adalah dua kali tegangan pada beban saat daya maksimum.
--
Daya amplifier adalah RMS, sehingga bisa kita gunakan pendekatan perhitungan
rangkaian DC.
Tuesday, June 30, 2020
Thursday, May 14, 2020
Chorus Circuit
Specifications:
- 2 Control Knobs: Rate and Depth
- Connectors: Input, Output, AC Adaptor
- Input Impedance: 470kOhm
- Signal/Noise Ratio: more than 90dB (IHF-A)
- Output Load Impedance: over 10kOhm
- Maximum Allowable input: 0dBm(100Hz), -10dBm(1kHz)
- Recommended AC Adaptor: ACA Series
- Current Draw: 9 mA (DC 9V)
- Weight: 400 grams (0.88 lbs.)
- Dimensions(mm): 70(W) x 55(H) x 125(D)
The circuit is designed around the MN3007 1024 stage BBD (IC3) and the MN3101 clock driver (IC4). The input and output circuits use a uPC4558C IC while the LFO is made with the help of a TL022LP op-amp IC.
Other active components:
D1, D2, D4, D5 and D8: 1S2473 or 1S1588 (switching diodes)
D3: 1S2473 (replaced with a wire jumper in newer models)
D6: RD5.1EB (5.1V Zener diode)
D7: RD11EB (11V Zener diode)
Q1-Q3: 2SC732TM-GR (NPN silicon transistors)
Q4-Q8: 2SC945-P (NPN silicon transistors)
Q9: 2SK30A-Y (Silicon N-channel junction field effect transistor)
LED diode: SLP-135B
Adjustment procedure:
Turn the Rate knob fully counterclockwise (min.) and the Depth knob fully clockwise (max.). Feed a 200Hz, +3dBm sine signal into the input. Connect an oscilloscope to the emitter of Q3 and turn VR3 until you'll get a centered operating point (a symmetrical sine wave, equally clipped at top and bottom).
https://www.hobby-hour.com/electronics/s/boss-ce2-chorus-schematic.php
Flanger Circuit
Specifications:
- 4 controls: Manual, Depth, Rate and Resonance (Res)
- Connectors: Input, Output, AC Adaptor
- Input impedance: 470k
- Residual noise: -95dBm (IHF-A)
- Output load impedance: over 10k
- Delay Time: 1ms - 13ms
- LFO speed: 100ms - 16s
- Recommended AC Adaptor: ACA or PSA Series -- depending on production year
- Current draw: 15mA DC at 9V
- Weight: 400 g (0.88lbs.)
- Dimensions: 70(W) x 55(H) x 125(D) mm. (2.8" x 2.2" x 4.9")
ICs, transistors and diodes used in the Boss BF-2:
- IC1, IC2: uPC4558C (dual operational amplifier)
- IC3: MN3207 (1024 stage BBD)
- IC4: MN3102 (BBD driver)
- IC5: TL022CP (dual low-power general-purpose operational amplifier)
- IC6: uPC78L05 or equivalents (5V positive voltage regulator)
- Q1, Q2, Q3: 2SC732TM-GR (NPN silicon transistor)
- Q4: 2SK30A-Y (Silicon N-channel junction field effect transistor)
- Q5: 2SA733-P (PNP silicon transistor)
- Q6-Q11: 2SC945-P (NPN silicon transistor)
- D1: RD11EB-3 (11V 500mW Zener diode)
- D2: RD5.1EB-3 (5.1V 500mW Zener diode)
- D3-D10: 1S2473 or 1S1588 or DS442 (switching diodes)
Adjustment procedure:
1.) Clock frequency adjustment:
Set MANUAL and DEPTH knobs to full counterclockwise. Connect an oscilloscope to TP-1 test point. Adjust VR7 for T=25us (40kHz). Rotate the MANUAL knob fully clockwise. T should be 2uS +/-20%.
2.) BBD bias:
Set DEPTH and RES. knobs full counterclockwise. Feed a 200Hz, sine wave, 0dBm signal into the INPUT jack. Connect the oscilloscope to Q3's emitter. While turning MANUAL across its entire rotation range, set VR6 for a clip-free waveform at the peaks.
3.) Resonance:
Set MANUAL, DEPTH knobs full counterclockwise and RES. knob full clockwise. Plug short circuit into INPUT jack. Connect OUTPUT jack to an amplifier and speaker. While touching a screwdriver to TP-2, set VR5 to the point where oscillation begins.
https://www.hobby-hour.com/electronics/s/boss-bf2-flanger.php










