Friday, June 25, 2021

Transistor Final Pemancar FM

Brik FM sangat populer di sekitar tempat tinggal saya pada sekitar akhir 1990an. Paling lazim saat itu, transistor yang digunakan adalah C930, C2053 dan C1970. Saya sendiri dulu pernah membuat paling besar menggunakan transistor penguat final C1971. Belakangan, saya baru tahu dari datasheet kalau C1971 bisa mengeluarkan daya maksimum hingga 6 watt. Nah, kalau anda ingin membuat pemancar dengan daya yang lebih tinggi, berikut ini daftar transistor power yang bisa dipilih.


2sc930        100MHz        0.12W        20V

Mpf102

Bf245

Bf224

2n3904

2n2222

2sc2053         175MHz      0.15W        13.5V

2sc1970        175MHz       1W        13.5V

2N4427         175MHz        1W        20V

2sc1971         175MHz        6W        13.5V

MRF237     225MHz           8W        18V

2sc1972        175MHz        14W        13.5V

RD15HVF1  175MHz        15W        12.5V

2sc1946        175MHz        28W        13.5V

2sc2540        175MHz        40W        13.5V

2sc2630        175MHz        50W        12.5V

2sc2694        175MHz        70W        15.2V



2sc2782        175MHz        80W        12.5V

MRF247      175MHz         75W        12.5V

MRF173       150MHz        80W        28V

MRF317       150MHz        100W      28V

MRF171       200MHz        115W        28V

MRF150       150MHz        150W         50V

MRF151       175MHz        150W         50V

MRF6VP11KHR6  130MHz    1000W    50V

MRFX1K80H        175MHz       1800W      65V




Thursday, June 17, 2021

FM Tuner Circuit

This circuit is an easy to built FM tuner. By connecting the output to the FM demodulator, it can receive a wide selections of broadcast station.

Source:

Wednesday, February 10, 2021

Menghubungkan Headphone ke Output Amplifier



 Pernahkah anda mengamati soket ke headphone yang terdapat pada suatu amplifier audio atau tape compo? Apakah anda pernah memikirkan bagaimana soket itu terhubung ke rangkaian amplifier di dalamnya?

Barangkali soket itu langsung terhubung ke rangkaian output dari amplifier dan memutusnya dari speaker ketika jack headphone ditancapkan. Namun terdapat permasalah ketika cara ini dilakukan. Output dari amplifier memiliki impedansi rendah yang sesuai untuk speaker, namun tidak untuk headphone. Persisnya begini:

1. Headphone mempunyai impedansi tinggi, sekitar 16-64 ohm. Sedangkan speaker pada umumnya memiliki impedansi yang lebih rendah, sekitar 4-8 ohm. Dengan demikian output amplifier diperkirakan memiliki impedansi yang kurang lebih sama dengan impedansi beban agar daya amplifier tersalurkan secara optimal.

2. Headphone memiliki rating daya yang rendah (maksimum sekitar 100-200mW). Sedangkan amplifier mengeluarkan daya lebih tinggi yang bervariasi mulai dari beberapa ratus miliwatt  sampai ratusan watt).

Jika headphone disambungkan secara langsung tanpa memperhatikan kedua pemasalahan ini, maka daya amplifier yang terlalu tinggi bisa merusak headphone.

 Nah, sebenarnya dengan impedansi headphone yang lebih tinggi ini, maka secara otomatis, daya yang dikeluarkan akan turun dari nominal daya amplifier. Teori yang diperlukan sebenarnya cukup simple yaitu hukum ohm (V = I*R) dan rumus daya (P = V*I).


Agar lebih jelas, sekarang kita tinjau sebuah kasus.

Sebuah headphone dengan impedansi 32 Ohm dan daya maksimum 135mW akan dihubungkan ke sebuah amplifier Hi-Fi berdaya maksimum 18 Watt RMS dengan impedansi 8 Ohm. Bagaimana caranya agar audio dapat didengarkan dengan headphone, dengan suara yang mendekati kualitas asli amplifier tersebut?

Setidaknya ada 4 cara yang dapat dilakukan untuk menyambungkan headphone itu. Cara pertama adalah dengan menggunakan trafo penyesuai impedansi. Namun demikian, mencari trafo yang sesuai dengan rancangan yang spesifik bukanlah hal yang praktis untuk dilakukan. Cara yang kedua yaitu dengan menyambungkan secara langsung, namun memberikan resistor pembagi tegangan atau pengatur volume pada input amplifier. Cara ini akan bekerja, namun karena sistem amplifier menghasilkan noise dan amplifier tersebut berdaya cukup besar, maka noise juga akan terdengar sangat kuat di headphone. Cara yang ketiga yaitu dengan menyambungkan resistor secara seri pada headphone. Dengan car aini maka daya pada headphone akan turun, namun kita akan kehilangan nada-nada tinggi di headphone. Hal ini disebabkan karena headphone bersifat induktor, sehingga ketika dihubungkan dengan resistor terutama yang bernilai tinggi, maka dia akan membentuk sebuah topologi Low Pass Filter. Pada prinsipnya, resistor seri harus sekecil mungkin agar frekuensi tinggi dapat dipertahankan, sedangkan daya yang dilepaskan oleh headphone harus disesuaikan dengan kemampuannya. Sehingga solusi yang paling tepat dan efisien adalah dengen memberikan resistor pembagi tegangan pada output amplifier. Nilai dari komponen yang digunakan dapat ditentukan dengan hitungan sederhana berikut ini:

Karena P = V^2/R, maka amplifier 18 watt RMS dengan impedansi 8 Ohm memiliki tegangan maksimum sebesar Vmi = sqrt(P*Rs) = 12 Volts.

Jika tegangan ini dihubungkan langsung dengan headphone maka daya yang dikeluarkan headphone adalah Ph=V^2/Rh = 4.5 Watt. Daya ini jauh di atas kemampuan maksimum headphone kita dan dapat dipastikan merusak headphone. 

Dengan rangkaian pembagi tegangan di atas, agar daya yang dikeluarkan headphone 135 mW, maka tegangan pada terminal headphone haruslah V = sqrt(0.135*32) = 2.08 Volts.

Maka nilai pembagian tegangan pada headphone dengan tegangan output amplifier haruslah sama dengan perbandingan impedansi dari 2.08/12 = (R2||32)/R1+(R2||32). Sedangkan impedansi total dari rangkaian tersebut harus dibuat sama dengan impedansi speaker seharusnya yaitu 8 Ohm. sehingga R1+(R2||32) = 8 Ohm.

Nah, dari kedua persamaan ini, maka kita bisa menentukan nilai yang tepat dari R1 dan R2 agar daya yang dikeluarkah headphone tepat, tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil, dan amplifier terbebani dengan semestinya sehingga suara yang dikeluarkan oleh headphone mendekati suara asli dari amplifier ketika terhubung dengan speaker. Terakhir, jangan lupa memastikan bahwa semua resistor yang digunakan memiliki rating daya di atas daya yang dilepaskannya.

 Catatan:

-- Vmi adalah tegangan pada terminal output amplifier dimana ketika dia dibebani dengan impedansi yang tepat (8 Ohm) akan mengeluarkan daya maksimum (18 Watt).

-- Vol adalah tegangan amplifier ketika tanpa beban. Daya maksimum terjadi jika impedansi beban sama dengan impedansi transmisi (dalam hal ini impedansi amplifier). Jadi secara mudah dapat kita temukan tegangan ketika tanpa beban adalah dua kali tegangan pada beban saat daya maksimum.

-- Daya amplifier adalah RMS, sehingga bisa kita gunakan pendekatan perhitungan rangkaian DC.